Senin, 17 Januari 2011

Kemana org pergi setelah mati...

Kemana org pergi setelah mati !!



1.mngkin dy jd hantu n
mnghantui org2.dy bs
mngunjungi kluarga mreka bhw
dy baik2 j.dy bs trbang n tdk
tdur spnjang mlm,bs msuk
gratis k dlm tmp hburan/
bioskop2.
2.dy mngkn msuk neraka atw
msuk surga.
3.dy mngkin mlyang2 sperti
awn/sperti pohon.
4.mngkn rsana cm ky t'tdur.
5.mngkin yg t'jd adl cmpuran dr
smuana.
6.mngkn akn bereinkarnasi n jd
org lain.
7.mngkin rasana sm skali
b'beda.tdk ada yg tw...


*blush...
*sigh...

Hidup penuh prinsip

Hidup penuh prinsip..



Prinsip2 bukanlah milik mu atau
milik sy. Prinsip2 bukan untuk
didiskusikan. Prinsip2 berlaku
bagi semua org, yg kaya atau
miskin, yg pintar atau bodoh,
cewe atau cowo. Prinsip2 g bisa
diperjual belikan. Kalau kamu,
aku, qta hidup menurut
prinsip2, qt akn meraih
kesempurnaan.
Cnth : kejujuran adl prinsip.
Pelayanan adl prinsip. Kasih itu
prinsip. Kerja keras itu prinsip.
Hormat, rs syukur,
berkecukupan, keadilan,
integritas, loyalitas, tanggung
jawab adl prinsip dan msh
banyak lgi. Prinsip2 itu g sulit
dikenali. Umpamanya prinsip
kerja keras, kalo kmu lum
membayar harganya, mungkin
kmu bisa lolos untuk smentara
wktu, ttpi akhirnya kmu akn
terkejar. Kmu g bsa berpura2
bisa maen basket, maen gitar,
bsa nulis, ato bsa bhs inggris,
kalo kmu lum membayar
harganya untuk berlatih. G ada
namanya jl pintas. Krj keras lah
prinsipnya.
Prinsip g pernah gagal
Hidup menurut prinsip
membutuhkan iman, kalo org
maju hidupnya dgn berbohong,
menipu, memanjakan diri, n
hanya mementingkan
kepentingan sndiri. Ttpi yg g
kmu lihat adl bhw melanggar
prinsip psti mengejar mereka
pada akhirnya. Cntoh prinsip
kejujuran, klo kmu pembohong,
kmu mungkin lolos untuk
sementara wktu. Ttpi sulit kan
menemukan pembohong yg
mencapai sukses dlm jangka
panjang. Prinsip2 g akn
mengecewakan, prinsip2 ga akn
prnh membicarakan mu
dibelakang. Prinsip2 g akn
pindah2. Prinsip2 g pilih ksih
berdasar wrna kulit, jnis klamin,
kekayaan dsb. Hidup yg
terpusat pda prinsip adl
landasan yg paling stabil, yg g
akn tergoyahkan, yg bsa qta
andalkan untuk membangun
hidup qta n qta smua
membutuhkannya.
Biar paham knp prinsip2 itu sll
efektif, bayangin aja hidupmu
yg didasarkan pada
kebalikannya, hdup g jujur, g
bersyukur, mentingin diri sndiri,
“ pnuh benci”(wajar
manusia)..saia si g bsa bayangin
kebalikan dari hidup sperti
itu..kmu sndiri bgaimana
teman???...
Putuskanlah hari ini untuk
menjadikan prinsip2 sbg pusat
hdup qta atau paradigma qta.
Dalam situasi apapun qta
berada, tanyakanlah, “prinsip
apa yg berlaku dalam hal ini?”
untuk stiap masalah, carilah
prinsip yg akn
menyelesaikannya. Kalo kmu
merasa hidupmu melelahkan n
kmu merasa kalah terus,
mungkin kmu bole coba prinsip
keseimbangan. Kalo kmu
merasa g ada yg percaya sma
kmu, mungkin prinsip kejujuran
yg kmu butuhkan..........
Semangaaaaaattttttttt..

krena stlh ini qta akan
kehilangan masa2 ini yg akn
digantikan dgn masa depan yg
sdang tersenyum menanti..
KEEP MOVE ON....

Rabu, 23 Desember 2009

Roland Barthes
















Berikut analisis foto tersebut dengan menggunakan model Roland Barthes:
1. Objek Pendukung: kursi, pohon
2. Pose: berdiri dan duduk
3. Photogenia: a. Shot Size: long shoot
b. Angle: eye level/ sejajar
c. Penempatan Subjek dalam bidang foto: dipinggir kiri dan pinggir kanan
d. Lighting: mid key/ keseharian
e. Lensa: normal
4. Estetika: foto ini menampilkan keindahan dari sebuah musim

oleh : rista fhani

Rabu, 09 Desember 2009

roland barthes

Roland Barthes membuat sebuah model sistematis dalam menganalisis makna dari tanda-tanda. Fokus perhatian Barthes lebih tertuju kepada gagasan tentang signifikasi dua tahap (two order signification) seperti yang digambarkan berikut:





















Melalui gambar di atas, Barthes menjelaskan signifikasi tahap pertama merupakan hubungan antara penanda dengan petanda di dalam sebuah tanda terhadap realitas eksternal. Barthes menyebutnya sebagai denotasi, yaitu makna paling nyata dari tanda. Konotasi adalah istilah yang digunakan Barthes untuk menunjukkan signifikasi tahap kedua. Hal ini menggambarkan interaksi yang terjadi ketika tanda bertemu dengan perasaan atau emosi dari pembaca serta nilai-nilai dari kebudayaannya. Konotasi mempunyai makna yang subjektif atau paling tidak intersbujektif.


Menurut Barthes, prosedur-prosedur dalam memaknai konotasi khususnya dalam fotografi ada enam, yaitu:
1. Trick Effect, misalnya dengan memadukan dua gambar sekaligus secara artificial.
2. Pose, misalnya dengan mengatur arah pandang mata atau cara duduk dari seorang subjek.
3. Objek, misalnya dengan menyeleksi atau menata objek-objek tertentu (buku-buku atau rak buku, misalnya dapat merujuk kepada makna ‘intelektualitas’)
4. Photogenia, misalnya cara mengatur eksposure, pencahayaan (lighting), manipulasi teknik cetak, dan sebagainya.
5. Estetika, misalnya apa yang disebut dengan “piktorialisme” atau dengan menerapkan teknik “posterisasi” sehingga sebuah foto seolah-olah menyerupai lukisan.
6. Sintaksis, dengan merangkaikan beberapa foto ke dalam sebuah sekuens sehingga penanda dan petanda konotasinya tidak dapat ditemukan pada fragmen-fragmen yang lepas satu sama lain, melainkan pada keseluruhan rangkaian.
(Kris Budiman, Semiotika Visual, Yogyakarta, 2004, h.71)



oleh : Rista Fhani

roland barthers

foto yang dianalisis menggunakan model roland barthers
















Hasil Analisis :
1. Trick Effect: Terdapat dua perbedaan yang mencolok antara mobil mewah dan gerobak kecil yang di kayuh dengan kakiberada bersampingan di jalan raya.

2. Objek Pendukung: - pakaian lusuh,gerobak sepeda
background gapura yg melambangkan tulisan kemerdekaan RI.


3. Pose: diam


4. Photogenia: - Shot Size: Long shoot

- Angle: low angle

- Penempatan Subjek: dikanan

- Lighting: high key/terang

- Lensa: normal

- Fokus: selektif



oleh : Rista Fhani